Bapperida Kotim Petakan Data Aksesibilitas dan Aset Pariwisata Desa Ujung Pandaran

0
WhatsApp Image 2026-08-31 at 09.37.05

Ujung Pandaran, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur melalui Badam Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA)

menugaskan tim gabungan untuk memetakan kesiapan infrastruktur dan data pendukung di Desa Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit. Kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) yang berlangsung selama dua hari, 20–21 Agustus 2026, ini difokuskan untuk memenuhi readiness criteria dalam dokumen usulan Pengembangan Kawasan Strategis (PKS).

Tim monev menginventarisasi sejumlah aspek krusial di kawasan pesisir tersebut, meliputi kondisi sarana perhubungan, jaringan air bersih, sanitasi, pasokan listrik, hingga kawasan permukiman yang terdampak abrasi maupun area relokasi. Penilaian turut menyasar fasilitas publik pendukung pariwisata seperti drainase, penerangan jalan umum (PJU), hingga kelayakan dermaga nelayan.

Berdasarkan pendataan lapangan dan konfirmasi Kepala Desa Ujung Pandaran, tercatat 13 unit penginapan dan villa yang berdiri di kawasan tersebut. Namun, dari keseluruhan sarana akomodasi tersebut, hanya 10 lokasi yang aktif beroperasi—seperti Camp Kobes, Villa Kaganangan, Villa JJ, New Vilates, Villa AE, The Jamia Resort, Villa Pantai Salundik, Villa Pantai Jodoh, dan Villa Pantai Tebing Kalap—sementara 3 unit lainnya (Villa Aranraa, Villa Leluni, dan Amamas Homestay) terpantau sudah tidak beroperasional.

Hasil inventarisasi penginapan menunjukkan beragam variasi daya tampung dan tingkat kunjungan. Villa Pantai Jodoh tercatat memiliki kapasitas kamar terbesar hingga 130 unit, disusul Camp Kobes dengan 74 kamar yang mampu menjaring sekitar 300 pengunjung setiap minggunya. Adapun tarif penginapan di kawasan ini cukup bervariasi, mulai dari Rp100.000 per malam hingga Rp2.500.000 per malam untuk fasilitas resor kelas atas seperti Villa Pantai Tebing Kalap. Beberapa villa penginapan juga menghadapi tantangan alam serius, seperti ancaman erosi pantai yang tercatat merusak area pinggir pantai di Villa JJ dan New Vilates.

Selain potensi wisata pantai, kawasan ini mencatatkan arus kunjungan wisata religi yang stabil. Makam Syeh Abu Hamid Albanjari tercatat mendatangkan rata-rata 300 peziarah per bulan yang memuncak setiap akhir pekan. Peziarah mendominasi dari kalangan wisatawan lokal hingga mancanegara, seperti dari Malaysia. Pemetaan aset negara juga mencakup kawasan pemakaman tersebut beserta fasilitas pendukungnya, di samping kepemilikan aset daerah lain seperti jaringan SPAM, sarana pendidikan, bumi perkemahan, hingga bangunan UPT Perikanan dan Kehutanan.

Data komprehensif yang terkumpul ini akan dijadikan landasan penyusunan proposal Pengembangan Kawasan Strategis agar penataan pesisir Ujung Pandaran terintegrasi secara optimal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *