BAPPERIDA Kotawaringin Timur Gelar Rapat Persiapan Survei Lapangan Kajian Produk Unggulan Daerah dan Industri Kreatif

0
IMG-20260902-WA0022

Sampit, 2 September 2026 – Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Kabupaten Kotawaringin Timur melalui Bidang Riset dan Inovasi Daerah melaksanakan Rapat Persiapan Survei Lapangan Kajian “Pengembangan Produk Unggulan Daerah serta Analisis Potensi dan Prioritas Industri Kreatif Kabupaten Kotawaringin Timur” pada Rabu, 2 September 2026. Rapat ini dilaksanakan sebagai tahapan persiapan sebelum pelaksanaan survei lapangan untuk menggali informasi dan data terkait perkembangan Produk Unggulan Daerah (PUD) serta potensi industri kreatif di Kabupaten Kotawaringin Timur.

 

Kajian tersebut diarahkan untuk mengetahui perkembangan Produk Unggulan Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur yang telah ditetapkan melalui Surat Keputusan Bupati selama periode 2022–2023, sekaligus mengidentifikasi dan menganalisis potensi industri kreatif skala kecil dan menengah yang berkembang di daerah. Produk unggulan daerah dalam kajian ini mempertimbangkan karakteristik dan keunikan daerah, pemanfaatan sumber daya lokal, daya saing, dampak ekonomi, serta keberlanjutan pasar.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Dalam rapat disampaikan bahwa kajian akan menggunakan pendekatan mixed methods, yaitu kombinasi metode kuantitatif dan kualitatif. Metode kuantitatif akan digunakan untuk menentukan produk unggulan daerah baru dan prioritas industri kreatif menggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP), serta menyusun strategi pengembangan produk unggulan daerah melalui analisis SWOT. Sementara itu, pendekatan kualitatif digunakan untuk mengidentifikasi berbagai faktor internal dan eksternal yang memengaruhi pengembangan sentra produk unggulan daerah.

 

Survei lapangan direncanakan dilaksanakan pada minggu kedua September 2026 dan minggu pertama Oktober 2026, dengan lokasi penelitian mencakup 11 kecamatan, yaitu Kecamatan Antang Kalang, Baamang, Cempaga Hulu, Mentawa Baru Ketapang, Mentaya Hilir Utara, Mentaya Hilir Selatan, Seranau, Parenggean, Pulau Hanaut, Teluk Sampit, dan Tualan Hulu. Responden survei akan mencakup pelaku UKM penghasil Produk Unggulan Daerah serta pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) pada berbagai subsektor.

 

Adapun objek yang menjadi perhatian dalam survei antara lain Beras Siam Epang, olahan kopi, gula semut, VCO, kerupuk udang, keripik singkong, dan minyak sawit merah sebagai produk unggulan daerah. Selain itu, survei juga mencakup pelaku IKM pada subsektor kuliner, kerajinan, dan fesyen, dengan berbagai produk lokal seperti olahan ikan dan udang, produk berbahan kayu, kerajinan khas Dayak, Batik Sampit, serta produk eco printing.

 

Untuk mendukung pelaksanaan survei agar berjalan efektif, dalam rapat juga dibahas rencana rute dan lama pelaksanaan survei lapangan. Pelaksanaan survei akan dibagi berdasarkan kelompok wilayah dengan durasi yang berbeda, mulai dari dua hingga lima hari. Selain itu, telah disiapkan lembar kuesioner sebagai instrumen pengumpulan data dari para responden di lapangan.

 

Melalui rapat persiapan ini, BAPPERIDA Kabupaten Kotawaringin Timur berupaya memastikan pelaksanaan survei lapangan dapat berjalan secara terarah dan menghasilkan data yang akurat mengenai potensi produk unggulan serta industri kreatif daerah. Hasil kajian nantinya diharapkan dapat menjadi bahan dalam merumuskan strategi pengembangan produk unggulan daerah dan industri kreatif yang berbasis potensi lokal, berdaya saing, mampu membuka lapangan kerja, serta memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat Kabupaten Kotawaringin Timur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *