Kabupaten Kotawaringin Timur Gelar Bimtek Pengelolaan Data Geospasial Berstandar KUGI 2026
SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) telah menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Data dan Informasi Geospasial Berstandar Katalog Unsur Geografi Indonesia (KUGI) Tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, mulai Rabu, 3 Juni hingga Kamis, 4 Juni 2026.

Kegiatan ini dibuka oleh Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur, Umar Kaderi, yang menyampaikan sambutan Bupati Kotawaringin Timur mengenai pentingnya standardisasi data geospasial yang akurat, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan sesuai standar nasional, serta peningkatan kapasitas produsen data dalam mengelola, mengintegrasikan, dan menyajikan informasi geospasial yang valid guna mendukung pembangunan daerah.
Kepala BAPPERIDA Kabupaten Kotawaringin Timur, Dr. Alang Arianto, S.E., M.Si., dalam laporan pelaksanaannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis daerah dalam menjalankan amanat Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2014 tentang Jaringan Informasi Geospasial Nasional. Selain itu, kegiatan ini juga didasarkan pada Laporan Hasil Evaluasi (LHE) Kinerja Simpul Jaringan Informasi Geospasial Tahun 2025.


Pelaksanaan bimbingan teknis ini memiliki tiga tujuan utama. Pertama, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) di bidang informasi geospasial. Kedua, mengoptimalkan proses penginputan dan pengunggahan data spasial oleh Perangkat Daerah teknis selaku produsen data ke dalam Geoportal Kabupaten Kotawaringin Timur sesuai standar Katalog Unsur Geografi Indonesia (KUGI). Ketiga, mempertahankan status Simpul Jaringan Kabupaten Kotawaringin Timur yang saat ini telah meraih predikat “Unggul”.
Bimbingan teknis ini diikuti oleh sekitar 35 peserta yang berasal dari berbagai Perangkat Daerah di lingkungan Kabupaten Kotawaringin Timur sebagai produsen data simpul jaringan. Materi pada hari pertama dan kedua disampaikan oleh narasumber dari Badan Informasi Geospasial (BIG) Republik Indonesia.






