Tingkatkan Akuntabilitas Data Stunting, Bapperida Kotim Gelar Desk Verifikasi dan Input Aksi Konvergensi Aplikasi Bina Bangda

SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Pemkab Kotim) terus mempercepat upaya penanganan dan penurunan stunting terpadu. Langkah nyata tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan kegiatan Desk Penyelesaian Pengisian dan Verifikasi Data Aksi Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2025 dan 2026 pada Aplikasi Bina Bangda Kemendagri, yang berlangsung selama tiga hari, Senin hingga Rabu (5–7 Oktober 2026), bertempat di Ruang Rapat Sei Cempaga BAPPERIDA Kabupaten Kotawaringin Timur, Sampit.

Kegiatan yang diprakarsai oleh BAPPERIDA Kabupaten Kotawaringin Timur ini mengikutsertakan seluruh Operator Kecamatan, Operator Puskesmas, serta Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) dari 17 kecamatan se-Kabupaten Kotawaringin Timur. Pelaksanaan desk dibagi secara bertahap, diawali oleh wilayah perkotaan dan sekitarnya pada hari pertama, wilayah selatan pada hari kedua, serta wilayah pedalaman/utara pada hari ketiga, guna memastikan pendampingan teknis berjalan intensif dan terfokus.

Desk verifikasi data ini dilaksanakan untuk mengevaluasi sekaligus merampungkan penginputan indikator Aksi Konvergensi. Pada tahun 2025, capaian Aksi Konvergensi Kotim secara keseluruhan telah mencapai 100%, namun masih menyisakan 7 kecamatan yang belum menyelesaikan verifikasi Semester II. Sementara untuk tahun 2026 hingga Semester I, capaian baru berada di angka 65%. Melalui kegiatan kolaboratif ini, seluruh data sasaran, data pendukung kesehatan, hingga data capaian pendampingan keluarga disinkronkan secara simultan sebelum disetujui (approve) oleh akun Kecamatan.

Selama tiga hari pelaksanaan desk, progres penginputan mengalami peningkatan signifikan. Berbagai kendala teknis lapangan seperti penggantian operator baru, keterlambatan rekapitulasi data dari posyandu/desa, serta koordinasi antarinstansi berhasil diselesaikan secara langsung melalui pembagian peran terstruktur antara Operator, Verifikator, dan Approver (Camat) di masing-masing wilayah.

Melalui keterpaduan data pada aplikasi Bina Bangda ini, Pemkab Kotim menegaskan komitmennya untuk menghadirkan basis data stunting yang presisi, akuntabel, dan dapat dipertanggungjawabkan. Data ini nantinya akan menjadi pijakan utama pimpinan daerah dalam merumuskan kebijakan intervensi gizi spesifik maupun sensitif secara tepat sasaran demi terwujudnya generasi Kotim yang sehat dan berkualitas.